Cintai Lingkungan, Kurangi Sampah Organik atau Limbah

Sebagai upaya mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemerintah Kota Surabaya melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan, mencintai lingkungan  sekitar dan pengolahan sampah. Hasil Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) menunjukkan bahwa pada tahun 2017-2018 sebanyak 2,9 juta penduduk Surabaya  memproduksi 2.800 ton sampah per hari, rata-rata hanya memproduksi 1.600 ton yang sampai ke  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Benowo.

Menurut Data Kementerian Lingkungan Hidup dan  Kehutanan (KLHK), sebanyak 43,5% komposisi sampah di Surabaya berasal dari sampah organik  yang ditimbulkan dari rumah tangga. kini tak lagi menjadi permasalahan besar bagi kota Surabaya,  beragam inovasi diciptakan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi  manusia. Salah satunya dengan memanfaatkan beternak Maggot BSF (Black Soldier Fly) yaitu  teknik pengelolaan limbah rumah tangga dengan menggunakan larva. Manfaat maggot tersebut  juga digunakan sebagai pakan hewan mulai ikan lele, burung puyuh, hingga ayam.

Maggot adalah larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) yang dapat mengonversi sampah organik menjadi biomassa. Lalat ini berbeda dengan jenis lalat biasanya, karena larva yang diproduksi bukan larva yang menjadi media penyakit. Pertumbuhan maggot BSF mulai dari telur  sampai menjadi lalat dewasa membutuhkan waktu 40 sampai dengan 43 hari, dipengaruhi dari  media pakan yang diberikan dan kondisi lingkungan.

selengkapnya di : https://www.unair.ac.id/cintai-lingkungan-kurangi-sampah-organik-atau-limbah/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *