Airlangga Health Promotion Center Dukung Kawasan Tanpa Rokok

Saat ini lebih dari 60 juta penduduk Indonesia merupakan perokok aktif. Jumlah tersebut terus naik dari tahun ke tahun. Usaha menurunkan angka penyakit akibat merokok masih menjadi satu masalah yang penting untuk ditangani. Apalagi kini semua sakit harus ditanggung oleh BPJS, termasuk pembiayaan sakit akibat rokok. Adanya berbagai dampak sakit akibat asap rokok baik perokok aktif maupun perokok pasif bisa menguras sebagian besar anggaran kesehatan nasional maupun daerah yang harus dipikirkan adalah solusi dan cara mengurangi dampaknya. Menurut hasil berbagai penelitian, rokok merupakan salah satu zat adiktif yang dapat mengakibatkan bahaya bagi kesehatan individu dan masyarakat. Dalam sebatang rokok terdapat kurang lebih 4.000 (empat ribu) zat kimia yang merugikan kesehatan, antara lain nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Action on Smoking and Health, 2001 dalam Jansen, 2009). Perokok dapat terkena penyakit kanker, jantung, impotensi, penyakit darah tinggi, enfisema, bronchitis kronik dan gangguan kehamilan (WHO, 2011).

KTR merupakan usaha untuk mengurangi sakit akibat rokok terutama bagi perokok pasif. Masyarakat yang tidak merokok harus ikut menanggung sakit akibat dampak rokok karena asap orang lain yang terhirup olehnya. Dengan adanya KTR maka tempat merokok akan diatur sehingga masyarakat bukan perokok, terutama ibu- ibu dan anak-anak akan terlindungi dari bahaya asap rokok. Bukan hanya perokok yang memiliki hak untuk merokok. Masyarakat yang tidak merokok juga memiliki hak untuk menghirup udara sehat. KTR memberi hak kepada masyarakat untuk mendapatkan udara yang bersih dan sehat.

Menanggapi hal tersebut, Airlangga Health Promotion Center (AHPC) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok dan Training Agile Management di Auditorium Candradimuka Lt 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus C universitas Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *