Tentang Bebek Apkiran yang Sering Digunakan Dalam Resep Bebek Goreng

https://img.freepik.com/free-photo/baked-chicken-wings-asian-style_2829-10159.jpg?w=740&t=st=1678710406~exp=1678711006~hmac=826e466942a75a7593022e11d65a88e79474a9d8ac14bb2136ac25021dccfcd7

Bebek apkiran apa yang dipakai Bebek Goreng legendaris Haji Slamet Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah? Kuliner dari sebuah warung di Jl Sedahromo Lor, Kartasura, bebek goreng ini dikenal sudah ada di pasaran sejak tahun 1986. Rasa dan tekstur bebeknya juga unik dan bertahan hingga saat ini.

Salah satu faktor tersebut dipengaruhi oleh jenis bebek. Bebek yang digunakan adalah bebek apkiran. Mengutip laman resmi Nahdlatul Ulama (NU online), Bebek Goreng Haji Slamet menggunakan bebek apkiran, yakni bebek yang sudah berumur dua tahun dan sudah bertelur empat kali.

Alasan utama menggunakan bebek afkiran adalah dagingnya tidak mudah hancur saat dimasak, bumbunya lebih meresap, dan tekstur dagingnya lebih lembut dan renyah.

Didirikan oleh H Slamet dan istrinya Hj Baryatin, stand ini menyajikan sambal khas mereka, yaitu sambal korek. Sambal Korek Bebek Goreng Haji Slamet terbuat dari cabai rawit yang dibubuhi bawang dan garam kemudian ditumbuk kasar.

Agar lebih gurih, sambal yang sudah jadi disiram dengan minyak goreng panas yang digunakan untuk menggoreng bebek. Pada awalnya ternyata stand ini didirikan hanya dengan modal Rp 10.000. Dengan modal tersebut, Baryatin mengaku bekerja keras untuk melanjutkan usaha kuliner tersebut.

“Bapak dan saya, sebagai hamba Allah, yang memiliki tujuh anak dan tujuh cucu [per 2011], bekerja dan bekerja, dan kemudian kami serahkan kepada Allah SWT,” kata Baryatin pada tahun 2011.

Berkat kerja kerasnya, bebek goreng ini kini memiliki 39 gerai di seluruh Indonesia antara lain Soloraya, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Palembang, Balikpapan, Samarinda, Pekanbaru, Banjarmasin, dan Bali.

Agar bebek gorengnya lebih dikenal orang, Bebek Goreng H Slamet juga menyediakan laman web Bebekhajislamet.com untuk mempermudah jika ingin lebih tahu tentang gerai tersebut.

Setelah sukses dalam usaha tersebut dan menghasilkan keuntungan yang luar biasa, Slamet dan keluarganya mendirikan Pesantren Tahfidzul Qur’an pada tahun 2010 di Desa Sedahromo Lor, Kartasura, tidak jauh dari rumahnya.

Meski sukses di bisnis kuliner, Slamet dan keluarganya rutin mengadakan kegiatan keagamaan. Sejak tahun 2000, Slamet dan keluarganya rutin mengaji di rumahnya setiap Minggu malam, yang dihadiri sekitar 250 jemaah.

Pemilik Bebek Goreng Haji Slamet, Slamet Hartono sendiri, meninggal dunia pada Senin 30 September 2019 di usia sekitar 70 tahun.