Sistem Sehat

1. Kebijakan Kampus Sehat
Berdasarkan kebijakan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berupaya meningkatan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dengan penguatan sistem kesehatan nasional yang tangguh melalui pengembangan kampus sehat pada 23 (dua puluh tiga) perguruan tinggi di Indonesia. Maka Universitas Airlangga membentuk tim khusus dalam Airlangga Health Promotion Center untuk mengembangkan kampus sehat yang berasal dari perwakilan semua fakultas sehingga dapat terimplementasi di setiap fakultas.
 
 
2. Kebijakan tentang Manajemen Keselamatan
Manual Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan ini (SMK3L) untuk memberikan arahan dalam menerapkan SMK3L di Kantor Manajemen Universitas Airlangga agar dapat dikembangkan dan diterapkan sesuai dengan yang diisyaratkan dalam PP No. 50 Tahun 2012. Bidang ini dibawahi oleh Direktorat Logistik, Keamanan, Ketertiban dan Lingkungan yang merupakan unsur penunjang yang menyelenggarakan  pengelolaan dan administrasi bidang Logistik, Keamanan, Ketertiban dan Lingkungan dan melaksanakan urusan perencanaan, pengembangan, pemantauan, pelayanan Logistik,
Keamanan, Ketertiban dan Lingkungan yang dipimpin oleh seorang Direktur yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor.
 
3. Kebijakan tentang Kawasan Tanpa Rokok
Surat Keputusan Rektor tentang Kawasan Tanpa Rokok merupakan kebijakan untuk menciptakan lingkungan kampus bebas rokok. Selain itu juga bagian dari mendukung Peraturan yang dibuat oleh Walikota Surabaya yaitu PERWALI  (Peraturan Walikota) Surabaya Nomor 110 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

4. Satgas Internal KTR
Satuan Tugas Penegak
Kawasan Tanpa Rokok yang selanjutnya disebut Satgas Penegak KTR adalah satuan tugas yang melakukan penegakan perda KTR di wilayah kampus Universitas Airlangga.

 

Kebijakan tentang pelayanan kesehatan yang utama bagi civitas Unair tercantum dalam SK Rektor No.323/H3/KR/2009 tentang perubahan PPKM-UA/AHCC menjadi Pusat Layanan Kesehatan Universitas Airlangga yang menetapkan tugas pokok dan fungsi PLK Universitas Airlangga, yaitu memfasilitasi, melayani dan advokasi pemeliharaan kesehatan dan kebugaran civitas akademika Universitas Airlangga. Sejak tanggal 1 Nopember 2014, PLK Universitas Airlangga telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BPJS Kesehatan. Saat ini, Pusat Layanan Kesehatan Universitas Airlangga melayani peserta BPJS Kesehatan dan juga pasien non peserta BPJS Kesehatan (mahasiswa Unair peserta asuransi kesehatan Unair dan masyarakat umum).

Unit khusus yang menangani promosi kesehatan adalah Airlangga Health Promotion Center yang bertugas mengebangkan program-program yang menununjang kampus sehat. Saat ini telah berjalan program-program promosi kesehatan dan selalu dilakukan pemantauan secara berkala.

– SK Tim AHPC

Kasie Keselamatan dan Kesehatan Kerja bertanggung jawab kepada Kasubdit Perencanaan, Pemeliharan dan K3. Selain itu, Kasie K3 termasuk bagian dari Direktorat Sarana dan Prasarana Universitas Airlangga.

– Staf K3

Kasubdit K3 merupakan pejabat yang ditunjuk sebagai Koordinator dan Pengawas Pengelolaan Limbah dilingkungan Universitas Airlangga. Kapasitasnya sebagai koordinator dan Pengawas akan melakukan pengkoordinasian, pengawasan, pengevaluasian dan pengadministrasian rencana pengelolaan limbah ditiap-tiap Fakultas, Unit Kerja/Lembaga. Koordinator juga bertanggung jawab untuk melakukan kompilasi laporan pengelolaan limbah ditingkat Universitas. Tim Pengelola Limbah dari masing-masing Fakultas, Unit Kerja/Lembaga dilingkungan Universitas Airlangga. Masing-masing tim bertanggung jawab kepada Pimpinan Fakultas, Unit/Lembaga dan menyampaikan laporan ke Koordinator Pengelolaan Limbah.

 – PP Penanganan Limbah B3

– SOP Pengelolaan Limbah B3

PP Penanganan Keadaan Darurat  meliputi   tindakan   penanganan keadaan  darurat  yang  bersumber  dari dalam atau lingkungan sekitar Universitas Airlangga diantaranya kebakaran, peledakan, kegagalan tenaga listrik, huru-hara, keracunan
makanan, bencana alam atau bahaya-bahaya lainnya.

– PP Penanganan Keadaan Daarurat